
Halo, Sobat Netizen Sinau! Saat membaca sebuah berita, pernahkah kalian memperhatikan cara bahasa digunakan dalam penyampaiannya? Ternyata, teks berita memiliki kaidah kebahasaan yang membedakannya dari jenis teks lainnya. Kaidah-kaidah ini bertujuan agar informasi dapat disampaikan secara jelas, akurat, dan mudah dipahami oleh masyarakat luas.
Pada artikel ini, Katy dan Miko akan mengajak kalian mempelajari berbagai kaidah kebahasaan yang sering digunakan dalam teks berita beserta contohnya.
Apa Itu Kaidah Kebahasaan Berita?
Kaidah kebahasaan berita adalah aturan penggunaan bahasa dalam teks berita yang bertujuan menyampaikan informasi secara objektif, efektif, dan mudah dipahami pembaca.
Melalui kaidah kebahasaan yang tepat, berita dapat menyampaikan fakta secara jelas tanpa menimbulkan kesalahpahaman.

1. Menggunakan Bahasa Standar atau Baku
Salah satu ciri utama teks berita adalah penggunaan bahasa yang bersifat standar atau baku.
Bahasa baku digunakan karena berita ditujukan kepada berbagai kalangan masyarakat. Oleh karena itu, media massa umumnya menghindari penggunaan bahasa daerah maupun bahasa populer yang belum tentu dipahami oleh semua pembaca.
Contoh
- Pemerintah mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap cuaca ekstrem.
- Tim penyelamat berhasil mengevakuasi korban banjir pada pagi hari.
Penggunaan bahasa baku membuat informasi lebih mudah dipahami dan memiliki nilai formal yang sesuai dengan karakteristik berita.
2. Menggunakan Kalimat Langsung
Teks berita sering menggunakan kalimat langsung sebagai variasi dari kalimat tidak langsung. Kalimat langsung biasanya digunakan untuk mengutip pernyataan narasumber secara apa adanya.
Ciri-ciri kalimat langsung:
- Diapit tanda petik ganda (“…”)
- Disertai keterangan penyerta
- Berasal dari pernyataan narasumber
Contoh
- “Masyarakat, wisatawan, dan pendaki tidak diperbolehkan mendaki dan beraktivitas dalam radius 2 km dari kawah Gunung Slamet,” paparnya.
- “Sebelum meletus, gempa tremor semakin rapat dengan amplitudo sekitar 15 milimeter. Karena tremor membesar, gempa vulkanik sudah tidak terekam,” tutur Ketua Tim Tanggap Darurat Gunung Bromo, Gde Suantika.
Penggunaan kalimat langsung membantu menjaga keaslian informasi yang disampaikan oleh narasumber.
3. Menggunakan Konjungsi “Bahwa”
Dalam teks berita sering ditemukan penggunaan kata bahwa. Konjungsi ini berfungsi sebagai penerang terhadap informasi yang disampaikan, terutama ketika kalimat langsung diubah menjadi kalimat tidak langsung.
Contoh
- Sejumlah staf Adpel Manado mengatakan bahwa Kepala Adpel Manado sudah pulang.
- Aryanna mengatakan bahwa ibunya pingsan dan tidak ada satu pun orang di rumah yang bisa membawa ke rumah sakit.
- Data di BNPN menyebutkan bahwa lebih dari 10 ribu hektare hutan dan lahan di Riau terbakar.
Kata bahwa membantu memperjelas hubungan antara sumber informasi dan isi informasi yang disampaikan.
4. Menggunakan Kata Kerja Mental
Kata kerja mental adalah kata kerja yang berkaitan dengan aktivitas berpikir, merasakan, atau menanggapi suatu keadaan.
Beberapa contoh kata kerja mental antara lain:
- Memikirkan
- Membayangkan
- Berasumsi
- Berprasangka
- Berkesimpulan
- Beranalogi
Contoh
- Mereka memikirkan solusi untuk bisa keluar dari peristiwa-peristiwa yang memilukan itu.
- Warga membayangkan seandainya hujan itu kembali turun dengan terus-menerus.
Kata kerja mental menunjukkan respons atau proses berpikir yang dialami seseorang terhadap suatu peristiwa.
5. Menggunakan Keterangan Waktu dan Tempat
Kaidah kebahasaan berikutnya adalah penggunaan keterangan waktu dan tempat. Unsur ini sangat penting karena berita harus memuat informasi mengenai kapan dan di mana suatu peristiwa terjadi.
Contoh Keterangan Waktu
- Sekitar pukul 12.45 WIB, langit Riau tampak mendung.
- Gempa dengan kekuatan 5,4 Skala Richter (SR) menerjang Maluku pagi ini.
Contoh Keterangan Tempat dan Waktu
- Sepuluh hari menjelang Lebaran, Pelabuhan Penyeberangan Merak mulai dipadati truk-truk yang mengangkut barang nonsembilan bahan pokok.
- Peningkatan arus mudik menjelang Natal dan Tahun Baru dari Manado ke pulau-pulau di wilayah Nusa Utara terlihat mengalami lonjakan cukup tinggi, Rabu (19/12/2012) sore.
Keterangan waktu dan tempat membantu pembaca memahami konteks peristiwa secara lebih lengkap.
Ringkasan Kaidah Kebahasaan Berita
Berikut rangkuman kaidah kebahasaan yang sering ditemukan dalam teks berita:

Kesimpulan
Kaidah kebahasaan berita merupakan aturan penggunaan bahasa yang membuat informasi dalam berita menjadi jelas, objektif, dan mudah dipahami. Kaidah tersebut meliputi penggunaan bahasa baku, kalimat langsung, konjungsi bahwa, kata kerja mental, serta keterangan waktu dan tempat.
Dengan memahami kaidah kebahasaan berita, kita dapat lebih mudah menganalisis isi berita sekaligus menyusun teks berita yang baik dan benar.
Penutup
Sobat Netizen Sinau, memahami kaidah kebahasaan berita merupakan langkah penting untuk menjadi pembaca maupun penulis berita yang cermat. Semakin baik kita mengenali ciri-ciri bahasa dalam berita, semakin mudah pula kita memahami informasi yang disampaikan secara tepat dan objektif.
Daftar Pustaka
Kosasih, E. dkk. 2017. Bahasa Indonesia. Edisi Revisi. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Materi ini pertama kali disusun pada 2024 dan telah diperbarui pada 2026 untuk menyesuaikan kebutuhan pembelajaran serta dilengkapi ilustrasi dan media visual terbaru.

