
Halo, Sobat Netizen Sinau!
Saat membaca sebuah cerpen, buku harian, atau kisah pengalaman pribadi, pernahkah kalian merasa seolah-olah ikut mengalami peristiwa yang diceritakan? Kalian dapat merasakan kegembiraan, kesedihan, ketakutan, bahkan kecemasan tokoh dalam cerita. Hal tersebut terjadi karena penulis menggunakan sudut pandang yang tepat.
Di kelas IX, kalian akan mempelajari bahwa deskripsi tidak lagi dipelajari sebagai sebuah teks yang berdiri sendiri. Sebaliknya, deskripsi digunakan untuk membantu menggambarkan tokoh, suasana, maupun pengalaman dalam berbagai jenis teks, seperti cerpen, buku harian, dan bacaan lainnya. Oleh karena itu, memahami sudut pandang menjadi bekal penting agar kalian dapat membaca dan menulis berbagai jenis teks dengan lebih baik.
Pada artikel ini, Katy dan Miko akan mengajak kalian mengenal sudut pandang orang pertama, ciri-cirinya, serta bagaimana sudut pandang membantu membangun deskripsi yang hidup dan bermakna.
- Apa Itu Sudut Pandang?
- Mengapa Deskripsi Dipengaruhi oleh Sudut Pandang?
- Sudut Pandang Orang Pertama
- Ciri-Ciri Sudut Pandang Orang Pertama
- Tokoh "Aku" Memiliki Pengetahuan yang Terbatas
- Mengapa Sudut Pandang Orang Pertama Membuat Cerita Terasa Lebih Hidup?
- Cara Mengenali Sudut Pandang Orang Pertama
- Manfaat Memahami Sudut Pandang
- Kesimpulan
- Penutup
- Daftar Pustaka
Apa Itu Sudut Pandang?
Sudut pandang adalah cara penulis menempatkan diri ketika menceritakan suatu peristiwa. Sudut pandang menentukan siapa yang bercerita, informasi apa saja yang diketahui, dan bagaimana pembaca memahami sebuah cerita.
Pemilihan sudut pandang sangat memengaruhi cara pembaca merasakan sebuah peristiwa. Oleh karena itu, sudut pandang menjadi salah satu unsur penting dalam penulisan cerita maupun deskripsi.
Mengapa Deskripsi Dipengaruhi oleh Sudut Pandang?
Deskripsi tidak hanya menjelaskan apa yang terlihat, tetapi juga menggambarkan apa yang dirasakan dan dialami oleh tokoh.
Karena setiap orang memiliki pengalaman, pengetahuan, dan perasaan yang berbeda, hasil deskripsi yang disampaikan juga dapat berbeda meskipun menggambarkan peristiwa yang sama.
Misalnya, suasana hujan dapat digambarkan sebagai sesuatu yang menenangkan oleh satu tokoh, tetapi terasa menyedihkan bagi tokoh lainnya. Perbedaan tersebut dipengaruhi oleh sudut pandang yang digunakan penulis.
Sudut Pandang Orang Pertama
Salah satu sudut pandang yang paling sering digunakan dalam cerpen, buku harian, maupun pengalaman pribadi adalah sudut pandang orang pertama.
Pada sudut pandang ini, penulis menempatkan tokoh utama sebagai pencerita dengan menggunakan kata ganti aku atau saya.
Karena tokoh menjadi pelaku utama, pembaca dapat mengetahui secara langsung apa yang dipikirkan, dirasakan, dan dialami oleh tokoh tersebut.
Contoh
Amarah mencengkeramku. Aku benar-benar siap meledak. Aku merasakan deru jantungku semakin kencang. Kepalanku terasa berat. Aku dapat merasakan ujung kuku menekan telapak tanganku. Kemarahan benar-benar menguasaiku.
Pada kutipan tersebut, pembaca mengetahui perasaan tokoh karena tokoh sendiri yang menceritakannya.
Ciri-Ciri Sudut Pandang Orang Pertama
Sudut pandang orang pertama memiliki beberapa ciri yang mudah dikenali.
- Menggunakan kata ganti aku atau saya.
- Tokoh utama menjadi pencerita.
- Cerita disampaikan berdasarkan pengalaman tokoh.
- Pembaca mengetahui pikiran dan perasaan tokoh utama.
- Informasi yang disampaikan terbatas pada apa yang diketahui tokoh.
Dengan mengenali ciri-ciri tersebut, kalian akan lebih mudah menentukan sudut pandang sebuah bacaan.
Tokoh “Aku” Memiliki Pengetahuan yang Terbatas
Pada sudut pandang orang pertama, tokoh utama hanya mengetahui apa yang dilihat, didengar, dipikirkan, dan dirasakannya sendiri.
Tokoh tidak dapat mengetahui isi pikiran tokoh lain, kecuali tokoh lain mengungkapkannya melalui ucapan, tindakan, atau ekspresi.
Perhatikan contoh berikut.
“Justru kalian yang memulai. Aku kan tidak mengganggu,” bisikku pelan.
“Kamu tidak mau bergabung, dan itu mengganggu,” jawab Bahar sambil mencondongkan tubuhnya ke arahku.
Pada kutipan tersebut, tokoh aku baru mengetahui bahwa Bahar merasa terganggu setelah Bahar mengatakannya secara langsung. Tokoh aku tidak dapat mengetahui isi pikiran Bahar sebelum pernyataan itu disampaikan.
Hal inilah yang menjadi salah satu ciri utama sudut pandang orang pertama.
Mengapa Sudut Pandang Orang Pertama Membuat Cerita Terasa Lebih Hidup?
Sudut pandang orang pertama membuat pembaca merasa lebih dekat dengan tokoh.
Pembaca dapat mengikuti setiap pengalaman, pikiran, dan perasaan tokoh secara langsung sehingga cerita terasa lebih nyata dan emosional.
Oleh karena itu, sudut pandang orang pertama banyak digunakan dalam:
- cerpen;
- novel;
- buku harian;
- autobiografi;
- memoar;
- cerita pengalaman pribadi.
Cara Mengenali Sudut Pandang Orang Pertama
Saat membaca sebuah bacaan, kalian dapat mengenali sudut pandang orang pertama dengan memperhatikan beberapa hal berikut.
- Apakah cerita menggunakan kata ganti aku atau saya?
- Apakah tokoh utama menceritakan pengalamannya sendiri?
- Apakah pembaca hanya mengetahui pikiran dan perasaan tokoh utama?
- Apakah informasi mengenai tokoh lain diperoleh melalui ucapan atau tindakan mereka?
Jika sebagian besar jawabannya ya, kemungkinan besar bacaan tersebut menggunakan sudut pandang orang pertama.
Manfaat Memahami Sudut Pandang
Memahami sudut pandang akan membantu kalian untuk:
- memahami isi bacaan dengan lebih baik;
- mengetahui hubungan antara tokoh dan peristiwa;
- memahami alasan tokoh mengambil suatu keputusan;
- menulis cerita yang lebih runtut dan menarik;
- menyampaikan pengalaman pribadi secara lebih jelas.
Kesimpulan
Sudut pandang merupakan cara penulis menyampaikan sebuah peristiwa kepada pembaca. Salah satu sudut pandang yang paling sering digunakan adalah sudut pandang orang pertama, yaitu ketika tokoh utama menggunakan kata ganti aku atau saya untuk menceritakan pengalaman, pikiran, dan perasaannya sendiri.
Karena hanya mengetahui apa yang dialaminya, tokoh tidak dapat menjelaskan isi pikiran tokoh lain kecuali melalui ucapan atau tindakan yang tampak. Hal inilah yang membuat sudut pandang orang pertama terasa lebih dekat, personal, dan mampu membangun deskripsi yang hidup.
Penutup
Sobat Netizen Sinau, memahami sudut pandang orang pertama akan memudahkan kalian menikmati berbagai bacaan, terutama cerpen dan kisah pengalaman pribadi. Selain itu, kemampuan ini juga menjadi bekal penting sebelum kalian mempelajari materi berikutnya, yaitu cara menulis buku harian. Dalam buku harian, pengalaman, pikiran, dan perasaan dituliskan secara jujur menggunakan sudut pandang orang pertama sehingga pembaca dapat memahami pengalaman penulis dengan lebih mendalam.
Daftar Pustaka
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. 2025. Bahasa Indonesia untuk SMP/MTs Kelas IX. Jakarta: Kemendikbudristek.
Materi ini disusun berdasarkan capaian pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas IX SMP/MTs dan telah disesuaikan dengan kebutuhan pembelajaran serta dilengkapi penjelasan yang lebih sistematis untuk memudahkan peserta didik memahami penggunaan sudut pandang dalam berbagai jenis teks.


