
Halo, Sobat Netizen Sinau!
Setiap hari kita menerima informasi dari berbagai media, baik media cetak maupun media daring (online). Agar dapat memahami informasi dengan baik, kita perlu mengenali karakteristik media informasi sekaligus memahami unsur-unsur yang terdapat dalam sebuah berita.
Melalui materi ini, Katy dan Miko akan mengajak kalian mengenali perbedaan media informasi serta belajar menganalisis unsur 5W+1H menggunakan contoh teks berita nyata.
Mengenali Karakteristik Berbagai Media Informasi
Media informasi dapat dibedakan menjadi media cetak dan media elektronik atau daring. Keduanya memiliki karakteristik yang berbeda.
Aspek Perbandingan Harian Cetak dan Media Elektronik/Daring
- Warna: Harian cetak biasanya hitam putih, kadang berwarna. Media elektronik/daring penuh warna dan lebih variatif.
- Tata letak kolom: Harian cetak menggunakan kolom-kolom yang teratur. Media elektronik/daring fleksibel menyesuaikan ukuran layar.
- Keberadaan gambar: Harian cetak terbatas, hanya beberapa gambar. Media elektronik/daring banyak gambar, bahkan dapat memuat video.
- Penempatan iklan: Harian cetak ditempatkan pada halaman tertentu. Media elektronik/daring muncul di sela-sela berita, banner, atau pop-up.
Dengan membandingkan tata letak, tampilan visual, dan fitur berita cetak maupun daring, kita dapat mengenali karakteristik media informasi secara lebih kritis dan analitis.
Contoh Teks Berita
Belantara Foundation Gandeng Perusahaan Jepang Tanam Pohon di Hutan Riau

Belantara Foundation bekerja sama dengan perusahaan Jepang melakukan kegiatan penanaman pohon di kawasan Taman Hutan Raya Sultan Syarif Hasyim (Tahura SSH), Provinsi Riau. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka mendukung upaya restorasi hutan yang mengalami degradasi sekaligus memperingati Hari Penanggulangan Degradasi Lahan dan Kekeringan Sedunia 2026.
Penanaman pohon dilakukan bersama Kesatuan Pengelola Hutan Produksi (KPHP) Minas Tahura dan Kelompok Tani Hutan setempat. Salah satu jenis pohon yang ditanam adalah balangeran (Shorea balangeran), yang termasuk spesies pohon langka dan perlu dilestarikan.
Direktur Eksekutif Belantara Foundation, Dolly Priatna, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Forest Restoration Project: SDGs Together! yang bertujuan membantu pemulihan kawasan hutan yang terdegradasi.
Menurutnya, restorasi hutan dapat membantu mengembalikan fungsi tata air dan iklim mikro, mengurangi risiko erosi, tanah longsor, pencemaran sumber air, kebakaran lahan, serta mendukung pelestarian keanekaragaman hayati.
Melalui kerja sama dengan sektor swasta Jepang, program ini juga diharapkan dapat mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) dan meningkatkan partisipasi berbagai pihak dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Analisis Unsur 5W+1H
1. What (Apa?)
Apa yang terjadi?
Belantara Foundation bersama perusahaan Jepang melakukan kegiatan penanaman pohon dan restorasi hutan di kawasan Tahura Sultan Syarif Hasyim, Riau.
2. Who (Siapa?)
Siapa yang terlibat?
- Belantara Foundation
- Perusahaan Jepang sebagai mitra
- KPHP Minas Tahura
- Kelompok Tani Hutan
- Dolly Priatna selaku Direktur Eksekutif Belantara Foundation
3. Where (Di Mana?)
Di mana peristiwa terjadi?
Kegiatan berlangsung di Taman Hutan Raya Sultan Syarif Hasyim (Tahura SSH), Provinsi Riau.
4. When (Kapan?)
Kapan peristiwa terjadi?
Kegiatan penanaman pohon dilaksanakan pada Juni 2026 dalam rangka menyambut Hari Penanggulangan Degradasi Lahan dan Kekeringan Sedunia yang diperingati setiap tanggal 17 Juni.
5. Why (Mengapa?)
Mengapa kegiatan dilakukan?
Karena adanya kebutuhan untuk memulihkan hutan yang terdegradasi, melestarikan pohon langka, mengurangi dampak perubahan iklim, serta mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).
5. How (Bagaimana?)
Bagaimana kegiatan dilakukan?
Kegiatan dilakukan melalui kerja sama multipihak antara Belantara Foundation, perusahaan Jepang, KPHP Minas Tahura, dan Kelompok Tani Hutan dengan melakukan penanaman bibit pohon secara simbolis sebagai bagian dari program restorasi hutan.
Kesimpulan
Media informasi memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Media cetak umumnya memiliki tata letak yang tetap dan penggunaan gambar yang terbatas, sedangkan media daring lebih fleksibel, kaya warna, serta dapat memuat berbagai unsur multimedia seperti gambar dan video.
Selain mengenali karakteristik media informasi, pembaca juga perlu memahami unsur 5W+1H dalam berita. Unsur tersebut meliputi apa, siapa, di mana, kapan, mengapa, dan bagaimana suatu peristiwa terjadi. Dengan memahami unsur-unsur tersebut, kita dapat membaca berita secara lebih kritis, memahami informasi secara utuh, dan menyimpulkan isi berita dengan tepat.
Daftar Pustaka
Kompas.com. 2026. Belantara Foundation Gandeng Perusahaan Jepang Tanam Pohon di Hutan Riau. Diakses dari: https://lestari.kompas.com/read/2026/06/13/193727486/belantara-foundation-gandeng-perusahaan-jepang-tanam-pohon-di-hutan-riau
Subarna, Eugenia Rakhma, dkk. 2023. Bahasa Indonesia untuk SMP/MTs Kelas VII (Edisi Revisi). Jakarta: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
Materi ini pertama kali disusun pada 2024 dan telah diperbarui pada 2026 untuk menyesuaikan kebutuhan pembelajaran serta dilengkapi ilustrasi dan media visual terbaru.


