
Halo, Sobat Netizen Sinau! 👋
Setelah mempelajari unsur kebahasaan teks diskusi, sekarang saatnya memahami bagaimana sebuah teks diskusi disusun. Setiap bagian dalam teks diskusi memiliki fungsi yang berbeda. Ada bagian yang mengenalkan masalah, ada yang menyampaikan berbagai pendapat, dan ada pula yang berisi simpulan.
Dengan memahami struktur teks diskusi, kalian akan lebih mudah menganalisis maupun menyusun teks diskusi secara runtut dan logis. Yuk, belajar bersama Katy dan Miko!
Mengapa Struktur Teks Diskusi Penting?
Struktur membantu penulis menyampaikan pembahasan secara sistematis sehingga pembaca dapat mengikuti alur pemikiran dengan mudah. Susunan yang baik juga membuat argumen pro dan kontra tersaji secara seimbang sebelum akhirnya ditarik sebuah simpulan.
Struktur Teks Diskusi
1. Pendahuluan
Pendahuluan merupakan bagian pembuka yang memperkenalkan isu atau topik yang akan dibahas.
Pada bagian ini biasanya memuat:
- Pernyataan untuk membatasi topik pembahasan.
- Latar belakang munculnya permasalahan.
- Gambaran singkat mengenai sudut pandang yang akan dibahas.
Tujuan pendahuluan adalah memberikan gambaran awal agar pembaca memahami fokus diskusi.
2. Isi
Bagian isi merupakan bagian utama dalam teks diskusi.
Isi terdiri atas beberapa paragraf yang menyajikan dua sudut pandang terhadap suatu isu.
Bagian ini umumnya memuat:
- Dua atau tiga paragraf yang berisi argumen setuju (pro).
- Alasan yang mendukung pendapat tersebut.
- Contoh atau bukti pendukung.
Kemudian dilanjutkan dengan:
- Dua atau tiga paragraf yang berisi argumen tidak setuju (kontra).
- Alasan yang mendukung penolakan.
- Contoh atau bukti pendukung.
Dalam bagian isi, penulis menggunakan bahasa persuasif untuk meyakinkan pembaca. Selain itu digunakan pula konjungsi atau kata hubung agar hubungan antargagasan tetap kohesif dan pembahasan mengalir secara logis.
3. Simpulan
Simpulan merupakan bagian penutup teks diskusi.
Bagian ini berisi:
- Ringkasan argumen dari kedua sudut pandang.
- Evaluasi terhadap argumen yang telah dipaparkan.
- Rekomendasi atau pendapat akhir berdasarkan hasil pembahasan.
Simpulan tidak sekadar mengulang isi, tetapi memberikan keputusan yang didasarkan pada seluruh argumen sebelumnya.
Contoh Teks Diskusi
Haruskah Kantin Sekolah Mengurangi Penggunaan Plastik Sekali Pakai?
Setiap hari kantin sekolah menggunakan banyak kantong plastik, sedotan, dan wadah makanan sekali pakai. Sebagian warga sekolah menilai kebiasaan tersebut perlu dikurangi karena dapat meningkatkan jumlah sampah. Namun, ada juga yang berpendapat bahwa plastik masih diperlukan karena lebih praktis dan murah.
Banyak pihak mendukung pengurangan plastik sekali pakai di sekolah. Penggunaan botol minum dan kotak makan yang dapat digunakan kembali dinilai mampu mengurangi sampah. Selain itu, lingkungan sekolah menjadi lebih bersih dan peserta didik belajar membiasakan perilaku yang ramah lingkungan.
Pendapat lain juga menyatakan bahwa pengurangan plastik dapat menghemat biaya pengelolaan sampah dalam jangka panjang. Sekolah bahkan dapat mengadakan program membawa wadah makan sendiri sehingga jumlah sampah plastik semakin berkurang.
Di sisi lain, sebagian pedagang kantin merasa kebijakan tersebut akan menambah biaya karena harus menyediakan kemasan yang lebih ramah lingkungan. Mereka juga khawatir pelayanan menjadi lebih lambat apabila peserta didik lupa membawa wadah sendiri.
Ada pula yang berpendapat bahwa perubahan kebiasaan membutuhkan waktu. Tidak semua peserta didik langsung siap membawa perlengkapan makan sendiri sehingga penggunaan plastik masih dianggap sebagai pilihan yang praktis.
Dengan mempertimbangkan kedua pendapat tersebut, pengurangan plastik sekali pakai di sekolah sebaiknya tetap dilakukan secara bertahap. Sekolah hendaknya memberikan sosialisasi dan menyediakan berbagai alternatif kemasan yang lebih ramah lingkungan sehingga perubahan dapat berlangsung dengan baik.
Analisis Struktur Teks Diskusi
| Struktur | Bagian dalam Teks |
| Pendahuluan | Setiap hari kantin sekolah menggunakan banyak kantong plastik, sedotan, dan wadah makanan sekali pakai. Sebagian warga sekolah menilai kebiasaan tersebut perlu dikurangi karena dapat meningkatkan jumlah sampah. Namun, ada juga yang berpendapat bahwa plastik masih diperlukan karena lebih praktis dan murah. |
| Gagasan Utama (Argumen Pro 1) | Banyak pihak mendukung pengurangan plastik sekali pakai di sekolah. |
| Bukti dan Alasan Pendukung | Penggunaan botol minum dan kotak makan yang dapat digunakan kembali mampu mengurangi sampah, menjaga kebersihan sekolah, dan membentuk kebiasaan peduli lingkungan. |
| Gagasan Utama (Argumen Pro 2) | Pengurangan plastik juga dinilai menghemat biaya pengelolaan sampah dalam jangka panjang. |
| Bukti dan Alasan Pendukung | Program membawa wadah makan sendiri dapat mengurangi jumlah sampah plastik yang dihasilkan setiap hari. |
| Gagasan Utama Sudut Pandang Lain (Argumen Kontra 1) | Sebagian pedagang kantin merasa kebijakan tersebut akan menambah biaya operasional. |
| Alasan dan Bukti Pendukung | Pedagang harus menyediakan kemasan alternatif yang lebih ramah lingkungan dan khawatir pelayanan menjadi lebih lambat. |
| Gagasan Utama Sudut Pandang Lain (Argumen Kontra 2) | Tidak semua peserta didik siap meninggalkan penggunaan plastik sekali pakai. |
| Alasan dan Bukti Pendukung | Perubahan kebiasaan memerlukan waktu sehingga sebagian peserta didik masih menganggap plastik sebagai pilihan yang praktis. |
| Simpulan | Pengurangan plastik sekali pakai sebaiknya tetap dilakukan secara bertahap melalui sosialisasi dan penyediaan alternatif kemasan yang ramah lingkungan sehingga seluruh warga sekolah dapat beradaptasi dengan baik. |
Ringkasan Materi
Struktur teks diskusi terdiri atas tiga bagian utama, yaitu pendahuluan, isi, dan simpulan. Pendahuluan memperkenalkan isu yang akan dibahas. Isi menyajikan argumen pro dan kontra beserta alasan serta bukti pendukung. Simpulan merangkum seluruh pembahasan sekaligus memberikan rekomendasi berdasarkan argumen yang telah dipaparkan.
Kesimpulan
Memahami struktur teks diskusi membantu kita mengenali bagaimana suatu isu dibahas secara sistematis. Dengan mengetahui fungsi setiap bagian, peserta didik dapat lebih mudah menganalisis maupun menyusun teks diskusi yang runtut, logis, dan mudah dipahami.
Daftar Pustaka
Islamawati, Y., & Maman. (2025). Bahasa Indonesia untuk SMP/MTs Kelas IX (Edisi Revisi). Jakarta Selatan: Pusat Perbukuan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Trianto, A., Harsiati, T., & Kosasih, E. (2018). Bahasa Indonesia SMP/MTs Kelas IX (Edisi Revisi). Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.


