
Halo, Sobat Netizen Sinau! 👋
Pada materi Bahasa Indonesia Kelas 8, kalian akan mempelajari berbagai jenis puisi. Salah satu pembahasan yang menarik adalah perbedaan antara puisi diafan dan puisi prismatis. Kedua jenis puisi ini memiliki cara penyampaian makna yang berbeda sehingga memberikan pengalaman membaca yang berbeda pula.
Yuk, belajar bersama Katy dan Miko untuk memahami pengertian, ciri-ciri, contoh, dan perbedaan puisi diafan serta puisi prismatis!
Apa Itu Puisi?
Puisi adalah karya sastra yang terdiri atas bait dan larik serta memiliki rima dan irama. Melalui puisi, penyair dapat menyampaikan perasaan, pengalaman, pemikiran, maupun pesan kepada pembaca dengan pilihan kata yang indah dan bermakna.
Puisi Diafan
Kata diafan berarti jernih atau bening. Oleh karena itu, puisi diafan adalah puisi yang maknanya mudah dipahami oleh pembaca.
Puisi diafan sering disebut sebagai puisi polos karena menggunakan bahasa yang sederhana dan dekat dengan bahasa sehari-hari. Pesan yang disampaikan biasanya dapat dipahami secara langsung tanpa memerlukan penafsiran yang rumit.
Ciri-Ciri Puisi Diafan
- Menggunakan bahasa yang sederhana.
- Makna puisi mudah dipahami.
- Kalimat yang digunakan jelas dan lugas.
- Tidak banyak menggunakan majas atau simbol yang rumit.
- Pesan dapat ditangkap secara langsung oleh pembaca.
Contoh Puisi Diafan
Ibu
Chairil Anwar
Pernah aku ditegur
Katanya untuk kebaikan
Pernah aku dimarah
Katanya membaiki kelemahan
Pernah aku diminta membantu
Katanya supaya aku pandaiIbu…
Pernah aku merajuk
Katanya aku manja
Pernah aku melawan
Katanya aku degil
Pernah aku menangis
Katanya aku lemahIbu…
Setiap kali aku tersilap
Dia hukum aku dengan nasihat
Setiap kali aku kecewa
Dia bangun di malam sepi lalu bermunajat
Setiap kali aku dalam kesakitan
Dia ubati dengan penawar dan semangat
dan bila aku mencapai kejayaan
Dia kata bersyukurlah pada TuhanNamun…
Tidak pernah aku lihat air mata dukamu
Mengalir di pipimu
Begitu kuatnya dirimu…Ibu…
Aku sayang padamu…
Tuhanku….
Aku bermohon pada-Mu
Sejahterahkanlah dia
Selamanya…
Mengapa Puisi Ini Termasuk Puisi Diafan?
Puisi tersebut menggunakan bahasa yang mudah dipahami. Penyair menyampaikan rasa sayang dan penghargaan kepada ibu secara langsung tanpa menggunakan banyak simbol atau kiasan. Oleh karena itu, pesan yang terkandung di dalamnya dapat dipahami dengan mudah oleh pembaca.
Puisi Prismatis
Puisi prismatis adalah puisi yang maknanya tidak selalu mudah dipahami secara langsung. Puisi jenis ini biasanya menggunakan majas, simbol, atau ungkapan kias sehingga pembaca perlu menafsirkan maknanya terlebih dahulu.
Keindahan puisi prismatis sering terletak pada penggunaan bahasa yang imajinatif dan penuh makna tersembunyi.
Ciri-Ciri Puisi Prismatis
- Banyak menggunakan majas atau bahasa kias.
- Mengandung simbol-simbol tertentu.
- Makna tidak disampaikan secara langsung.
- Membutuhkan penafsiran dari pembaca.
- Menimbulkan berbagai kemungkinan pemaknaan.
Contoh Puisi Prismatis
Hujan Bulan Juni
Sapardi Djoko Damono
Tak ada yang lebih tabah
Dari hujan bulan Juni
Dirahasiakannya rintik rindunya
Kepada pohon berbunga ituTak ada yang lebih bijak
Dari hujan bulan Juni
Dihapusnya jejak-jejak kakinya
Yang ragu-ragu di jalan ituTak ada yang lebih arif
Dari hujan bulan Juni
Dibiarkannya yang tak terucapkan
Diserap akar pohon bunga itu
Mengapa Puisi Ini Termasuk Puisi Prismatis?
Dalam puisi ini, hujan digambarkan seolah-olah memiliki perasaan dan sifat manusia. Ungkapan seperti rintik rindunya, jejak-jejak kakinya, dan yang tak terucapkan merupakan bahasa kias yang perlu ditafsirkan terlebih dahulu. Karena itulah puisi ini termasuk puisi prismatis.
Perbedaan Puisi Diafan dan Puisi Prismatis
| Aspek | Puisi Diafan | Puisi Prismatis |
| Makna | Mudah dipahami | Perlu ditafsirkan |
| Bahasa | Sederhana dan lugas | Banyak menggunakan majas |
| Penyampaian pesan | Langsung | Tidak langsung |
| Tingkat penafsiran | Rendah | Lebih tinggi |
| Penggunaan simbol | Sedikit atau tidak ada | Banyak menggunakan simbol dan kiasan |
Jelajah Kata
Berikut beberapa istilah penting yang perlu dipahami dalam materi puisi.
| Istilah | Pengertian |
| Puisi | Karya sastra yang terdiri atas bait dan larik serta memiliki rima dan irama. |
| Puisi Diafan | Puisi yang maknanya mudah dipahami oleh pembaca. |
| Puisi Prismatis | Puisi yang mengandung majas atau kiasan sehingga maknanya tidak terlalu mudah ditafsirkan. |
| Rima | Persamaan bunyi pada kata atau bagian tertentu dalam puisi. |
| Irama | Kesatuan bunyi yang menimbulkan keindahan saat puisi dibaca. |
Kesimpulan
Puisi diafan dan puisi prismatis memiliki karakteristik yang berbeda. Puisi diafan menggunakan bahasa yang sederhana sehingga mudah dipahami, sedangkan puisi prismatis menggunakan bahasa kias yang memerlukan penafsiran lebih mendalam.
Dengan memahami kedua jenis puisi ini, kalian dapat lebih mudah menikmati keindahan karya sastra sekaligus memahami pesan yang ingin disampaikan oleh penyair.
Selamat belajar, Sobat Netizen Sinau! Semoga materi ini membantu kalian memahami puisi dengan lebih mudah dan menyenangkan bersama Katy dan Miko. 🌟
Daftar Pustaka
Gusfitri, Maya Lestari dkk. 2021. Bahasa Indonesia untuk SMP Kelas VIII. Jakarta: Pusat Perbukuan, Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
Sarjana, Naja. 2023. 13 Puisi Populer Karya Penyair Legendaris Indonesia. Detik Jabar. Tersedia di: https://www.detik.com/jabar/berita/d-6692352/13-puisi-populer-karya-penyair-legendaris-indonesia (diakses 20 Juni 2026).
Redaksi Info Bombana. 2024. 13 Puisi Ikonik dari Penyair Legendaris Indonesia. InfoBombana.id. Tersedia di: https://infobombana.id/13-puisi-ikonik-dari-penyair-legendaris-indonesia/ (diakses 20 Juni 2026).
Materi ini pertama kali disusun pada 2025 dan telah diperbarui pada 2026 untuk menyesuaikan kebutuhan pembelajaran serta dilengkapi ilustrasi dan media visual terbaru.

